Blog

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Posted by: STUadmin | Posted on: March 7th, 2012 | 0 Comments

PEMBUATAN INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR (IPAL)

TUJUAN

Pembuatan IPAL yang melibatkan proses fisika (degreasing/floating, filtrasi, dewatering, sedimentasi dan pengeringan), biologi (anaerobic dan aerobic) dan kimia (koagulasi-flokulasi)

SASARAN

Hasil pengolahan limbah cair melalui proses WWTP adalah diharapkan dapat memenuhi baku mutu air buangan industry (BOD < 75 mg/l dan COD < 150 mg/l) dan lumpur padat (sludge) yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali (reuse)

MANFAAT YANG DIHASILKAN

1.  Lumpur (sludge) yang dihasilkan dari proses biologi (aerobic) dapat :

-    Mempunyai  nilai kalor bila di gunakan BioActive sebagai nutrisi

-    Dapat digunakan sebagai bahan bakar padat (biosolid fuel)

-    Dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengatur pertumbuhan tanaman

2.  Lingkungan menjadi tidak tercemar dan tidak berbau

KONDISI AIR LIMBAH

Karakteristik Air Limbah (diasumsikan)

-   Debit influent Qin           = 80-100 m3/hari

-   BOD influen                    = 500 mg/l

-   COD influen                    = 800 mg/l

-   Minyak dan lemak         = 10 mg/l

-   Ammonia, NH3              = 15 mg/l

-   Fosfat, PO4                     = 10 mg/l

-   p H                                    = 6.8

SKEMA PROSES PENGOLAHAN

1.  Biologi (Anaerobik da Aerobik)

Pada gambar di atas, influen (aliran-1) yang mengandung senyawa nitrat, nitrit, ammonia, nitrogen organic dan sejumlah besar rapidly biodegradable organic matters yang dibutuhkan dalam proses denitrifikasi. Dalam bak anoxic terjadi proses denitrifikasi senyawa nitrat akan direduksi menjadi senyawa nitrit dan selanjutnya menjadi gas nitrogen (N2)

Reaksi denitrifikasi ditulis :

Dalam metabolism, denitrifier mengunakan BOD sebagai substrat/sumber karbon (C). proses tersebut menyebabkan terjadi pengurangan BOD/COD cukup berarti, sedangkan konsentrasi ammonia (NH3) relative tidak mengalami perubahan yang berarti di Zona tersebut.

Amonia, nitrat/nitrit dan BOD yang tersisa dalam proses tersebut dimasukkan ke dalam bak aerobik, maka terjadi proses oksidasi ammonia menjadi nitrit dan berlanjut pembentukan nitrat (proses nitrifikasi) yang ditulis sebagai berikut :

Reaksi nitrifikasi ditulis :

Kadar BOD sisa dari proses anoxic juga mengalami oksidasi ditunjukkan oleh reaksi berikut

Disamping itu, juga terjadi reaksi amonifikasi dimana senyawa nitrogen organic mengalami penguraian menjadi ammonia dan akan berubah menjadi senyawa nitrat.

Kadar nitrogen dalam bentuk senyawa nitrat umumnya banyak terdapat di bak aerobic. Senyawa nitrat akan dikembalikan (recycle) ke bak anoxic.

Semakin besar kapasitas recycle, pengurangan senyawa nitrat semakin efektif. Di sekitar aliran 4, sebagian besar senyawa ammonia dan nitrit tersisa dikonversi menjadi senyawa nitrat, sehingga nitrat sisa sebagai konstituen dalam effluent total Nitrogen (ETN).

Di aliran 5, sebagian besar nitrogen total dikonversi (kadar sekitar 5 mg/liter). Sedangkan di aliran 6, kadar nitrat relative besar, sehingga seringkali disebut sebagai nitrate recycle. Recycle nitrat digunakan sebagai pengendali proses (process control) di dalam system tersebut selain dari RAS (aliran 7) dan WAS (waste Activated Sludge)

2.  Proses Fisika, Kimia dan Biologi

Keterangan skema gambar

No

Jenis Operasi / Prose

Efisiensi

(%)

Dihasilkan

Keterangan

1 Pengaturan pH 50 – 70 Cairan Netral Dengan Asam / basa
2 Anaerobic/Anoxic 20 – 40 Denitrifikasi, penurunan kadar BOD, COD, nitrit Tanpa Udara / Udara diminimalkan
3 Aerobic 70 – 90 Penurunan kadar BOD, COD, ammonia dan Fosfat Metode ASP, nutrisi dengan BioActive
4 Sedimentasi / Clarifier 80 – 95 Akumulasi Lumpur (Sludge)Cairan Hernih Diproses lebih lanjut
5 Stabilisasi

-

Peningkatan jumlah bakteri Sebagai cadangan bibit / bakteri
6 Filtrasi 80 – 90 Cairan jernih Memakai media filter
7 Thickening 80 – 90 Cairan kental Dengan memakai bahan pengental (thickerner)
8 Dewatering 80 – 90 Padat (cake)cairan Dikeringkan (drying) di recycle ke dalam bak aerasi
9 DryingProses Biologi 60 – 80 Padatan kering Kategori semi bio-solid ramah lingkungan
10 TPS - Disimpan paling lama 90 hari (3 bulan)
11 Desinfektan 80 – 90 Cairan bebas bakteri Dengan Sodium Hipoklorit (NaOCl)

Keterangan : ASP = Aktivated Sludge Process, TPS = Tempat Penyimpanan Sementara

  

 

 

 

 

 

 

1233 NEXT TO INCENERATOR INTRODUCTION

Leave a Comment